Monday, October 4, 2021

Eco Farming Untuk Cabai Jawa



Eco farming untuk cabai jawa atau cabe jawa. Cabe Jawa adalah jenis tanaman obat atau jamu bernilai ekonomis tinggi untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia. Cabe jawa atau jabe jamu sejatinya adalah tanaman Tropis asli Indonesia yang telah lama dimanfaatkan dan berkhasiat sebagai tanaman obat tradisional yang ampuh dan mujarap,tidak hanya itu pemanfaatan cabe jawa semakin meluas dan bernilai tinggi, setelah menjadi bagian campuran sebagai bumbu masak. harga cukup fantastis serta bervariatif untuk 1 kg/buah kering mencapai harga Rp.100.000-150.000/kg.


Panen Cabe Jawa


Tanaman cabe jawa akan mulai berbuah setelah berumur ± 2 tahun dan pembuahan berlangsung terus menerus sepanjang tahun, sehingga panen dilakukan secara berkala dan kontinyu. Panen buah cabe jawa cukup dengan dipetik untuk buah yang telah matang fisiologis berwarna hijau kekuning-kuningan,hingga kemerah-merahan.


Cara Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa


Hasil panen berlimpah tentu menjadi dambaan setiap petani,setiap tanaman membutuhkan perlakuan untuk tumbuh subur serta berbuah,nilai plusnya mengikuti proses yaitu hasil panen meningkat serta berlimpah. Terdapat beberapa komponen untuk mencapai hal tersebut dimulai dari; penentuan bibit indukan berkualitas serta unggul,pengadaan bahan tanam,sistem tanam polikultur,perawatan tanaman,pemupukan dan pengendalian HPT.


Pemilihan Bibit Indukan Berkualitas


Bibit yang unggul lagi berkualitas sangat menentukan keberhasilan dalam pembudidayaan cabe jawa dimasa depan. Oleh karena itu,terdapat beberapa kriteria pemilihan bibit indukan unggul antara lain; bibit berasal dari pohon indukan yang sehat dan tidak terserang hama dan penyakit,memiliki sistem percabangan yang rimbun dengan daun yang masih “fress” berwarna hijau mengkilap, memiliki produktivitas hasil buah cukup tinggi ≥ 6.000 gr buah segar atau ≥ 2.000 gr buah kering/ ph/th.


Pengadaaan Bahan Tanam


Baiknya mengunakan bahan tanam berasal dari perbanyakan vegetatif yaitu stek. Cara ini umum digunakan petani karena memiliki beberapa keunggulan antara lain; 80% memiliki kemiripan dengan indukannya dan masa panen relatif singkat.


Perbanyakan cabe jawa dengan cara stek dapat dimulai dengan cara mengambil bahan stek yang berasal dari sulur tanah (sulur cacing) dan sulur bertapak sepanjang 50-60 cm. 

Selanjutnya siapkan polibeg berisi media berkomposisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1,sebelum dilakukan penanaman bibit stek ke polibeg terlebih dahulu,terlebih dahulu lakukan perendaman bibit stek pada larutan Rhizopon AA (0,10%) dan gula 2% selama 4 jam atau bisa juga, mengunakan larutan air kelapa selama 12 jam. 

Susun dan letakan polibeg dibawah naungan beratapkan pelepah kering atau paranet, selama ± 2-3 bulan sebelum bibit siap untuk ditanam di lapangan.


Sistem Tanam Polikultur


Pola tanam polikultur dapat memberikan beberapa keuntungan antara lain; meningkatkan efektifitas lahan, waktu dan energi surya, terdapat tanaman sela yang berfungsi sebagai sumber pendapatan sebelum cabe jawa berproduksi, memperkecil biaya pemeliharaan khususnya pemupukan dan pengendalian HPT.


Pola tanam polikultur berbasis tanaman cabe jawa dapat berbentuk antara lain;


anaman campuran (mixed cropping) dengan tanaman pepohonan rendah seperti kopi, kakao, pisang, pepaya dan sebagainya. 

Cabe jawa menjadi tanaman sela (intercrop) di bawah pepohonan seperti ; kelapa dan buah-buahan, 

Tumpang sari (intercropping) dengan tanaman obat lainnya, padi, palawija, atsiri atau tanaman semusim lainnya.


Perawatan Tanaman


Dimulai dengan kegiatan Penyulaman yang segera dilakukan setiap saat, bila diketahui ada tanaman mati atau memiliki tumbuh abnormal (cacat atau kerdil) untuk menseragamkan waktu tumbuh dan waktu panen nantinya. Kontrol pertumbuhan gulma sebagai pesaing cabe jawa dalam mendapatkan unsur hara tanah,cukup dengan cara mencabut rumput yang tumbuh disekitaran bibit cabe. Lakukan kegiatan pemangkasan tiang panjat disetiap awal musim hujan dipangkas pada ketinggian 2,5 meter dari pangkal batang agar 50-75% untuk menjaga kebun tidak terlalu lembab. Tahapan berikutnya mengikat dengan tali rafia sulur cabe jawa yang mulai panjang  pada pohon pohon penegak.


Pengendalian Hama Penyakit Tanaman


Kutu Penghisap Toxoptera aurantii Boyes


disebabkan oleh kutu pengisap dari golongan aphids (Aphidoidea) yang memiliki ciri stadia nimfa dan dewasa semua berwarna hitam. Merusak pada bagian daun dan pucuk dengan cara mengisap cairan pucuk dan tunas tanaman,sehingga daun terserang akan terlihat keriting, menguning dan akhirnya hitam dan gugur. Hama ini berperan sebagai vektor (pembawa) sejumlah virus,maka keberadaan kutu tersebut perlu diwaspadai dan dikendalikan. Pengendalian jenis hama ini dengan mengunakan musuh alami bersifat predator dari famili Coccinalidae dan Chrysopha. Keberadaan jenis predator ini begitu banyak ,asalkan pengunaan pestisida tidak berlebihan dan umumnya sangat rentan terhadap pestisida.


Busuk Pangkal Batang (BPB)


Penyakit ini disebakan oleh jamur Phytophthora capsici  yang menimbulkan gejala layu tanaman. BPB disebut penyakit layu cepat (quick wilt/quick decline) karena menyebabkan tanaman layu secara cepat (mendadak).Pengendalian jenis penyakit ini dengan cara menerapkan sistem pengolahan tanah yang baik, mempergunakan bibit tanaman yang sehat serta bebas patogen, mengatur jarak tanam sesuai rekomendasi. Lakukan pengendalian hayati dengan ekstrak bahan organik (daun nimba) dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.


Pemupukan Eco Farming

Untuk memaksimalkan pertumbuhan cabai jawa, selalu gunakan pupuk organik eco farming setiap 2minggu sekali.
Untuk dosisnya bisa menggunakan dosis standar yaitu setiap 40ml biang eco farming dicampurkan dengan air 1 tangki 17lt. Dan semprotkan pada tanaman cabai. Baik disemprotkan pada sore hari dan disemprotkan dibagian daun bawah. Karena stomata terletak dibagian bawah daun. 

Memanfaatkan eco farming untuk berbisnis jangka panjang.

Selain bermanfaat sebagai pupuk, eco farming adalah produk yang bisa anda gunakan sebagai ladang berbisnis jangka panjang. Mengingat lahan pertanian indonesia sangatlah luas, bisa menjadi sumber penghasilan baru untuk anda dan keluarga.
Caranya dengan anda daftar eco farming terlebih dahulu kemudian menjalankan bisnisnya. Potensi yang ditawarkan setelah anda mendaftar sangatlah besar. Dari komisi harian, mingguan, bulanan sampai reward-reward yang sangat fantastis. 

Eco farming untuk cabai solusi untuk petani masa kini. 

No comments:

Post a Comment